Cerita Masa Kecil Erick Thohir, Pecahkan Celengan Demi Biji Karet, Bakat Bisnis Terlihat Sejak Dini

Sukses sebagai pengusaha, Erick Thohir blak blakan soal masa kecilnya. Ternyata bakat bisnis Erick Thohir sudah terpupuk sejak ia kecil. Selain bakat bisnis, kebaikan hati Erick Thohir juga telah ia tunjukkan saat masih kanak kanak.

Seperti yang diketahui, pria berusia 49 tahun ini menjabat sebagai Menteri BUMN. Sebelum menjabat sebagai menteri, Erick Thohir lebih dikenal sebagai pengusaha. Baru beberapa bulan menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir sukses mencuri perhatan lantaran membongkar praktek 'nakal' di sejumlah BUMN.

Pria kelahiran 30 Mei 1970 ini bahkan merombak beberapa struktur organisasi di sejumlah BUMN. Kini Erick Thohir menceritakan masa kecilnya yang tak jauh beda dengan anak anak pada umumnya. Cerita tersebut Erick Thohir ungkap dalam kanal Youtube Sule Channel.

Sule terlihat menyambangi kantor Kementerian BUMN demi bisa ngobrol dengan sang Menteri BUMN. Tak melulu soal persoalan negara yang berat, Sule dan Erick Thohir berbincang soal hal santai yang menjadi hiburan. Berikut deretan cerita Erick Thohir saat masih kecil.

Sebelum menjadiMenteri BUMN, Erick Thohir lebih dulu dikenal sebagai pengusaha sukses. Saat masih kanak kanak, Erick Thohir mengaku senang bermain biji karet. Ia memiliki cerita lucu saat masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD).

"Zaman dulu, waktu itu kita lagi main biji karet di tetangga. Kalau dulu kan sama tetangga akrab, kalau sekarang enggak kenal. Benar enggak? Sekompleks saja enggak ada yang kenal," kata Erick Thohir dikutip dari kanal YouTube Sule Channel, Senin (18/5/2020).

Lalu, ia dan teman temannya melihat ada bapak penjual biji karet melintas. "Sudah main, eh tiba tiba ada bapak bapak tua bawa biji karet sekarung. 'Mau beli, mau beli'. Kita nih berempat ngelihat kasihan juga bapak bapak sudah tua, sudah agak sore," ucap Erick Thohir.

Erick melanjutkan, ia dan ketiga temannya bertanya berapa harga sekarung biji karet yang dibawa bapak tersebut. "Pemikirannya waktu itu sekalian kasihan, sekalian bisa main biji karet seminggu enggak habis habis kan, sekarung bagi empat," ujar Erick Thohir. Akhirnya, Erick Thohir dan teman temannya memecahkan celengan mereka untuk membeli sekarung biji karet.

Rupanya, sejak usia dini ia juga sudah memiliki otak bisnis. "Dari beli sudah disimpan. Sudah tiga hari main sampai biru tangannya.

Ya tiga hari main terus," tutur Erick Thohir tertawa. Bosan bermain biji karet selama tiga hari, mereka menjual kembali sisa yang ada. "Akhirnya waktu itu dekat rumah ada kayak pasar, sebelahnya ada SD lain, kita janjian pulang sekolah jual biji karet.

Dengan harapan uangnya balik sedikit," kata Erick Thohir. Tak disangka, dari berjualan biji karet itu menghasilkan keuntungan. "Akhirnya uangnya dibagi (berempat), sisanya kita beliin siomay," ungkap Erick Thohir sambil tertawa kecil.

Bos Mahaka Group ini merasa sejak kecil mungkin sudah berbakat dalam berdagang. "Itu ceritanya, mungkin dari kecil udah bakat dagang juga," ucap Erick Thohir.

Related Posts