Bu Tejo di Film Pendek TILIK Trending di Twitter, Instagram Pemerannya Langsung Diserbu Komentar

Pengguna aktif media sosial Twitter pada Rabu ini (19/8/2020) ramai memperbincangkan seorang wanita bernama Bu Tejo. Banyak yang penasaran siapa sebenarnya sosok Bu Tejo hingga bisa menjadi topik populer di Twitter. Ternyata, Bu Tejo adalah nama karakter di sebuah film pendek berjudul TILIK yang diproduksi olehRavacana Films.

Film pendek berjudul Tilik ini ditayangkan di YouTube pada 17 Agustus 2020 lalu, tepat di hari kemerdekaan Indonesia ke 75 tahun. Film Tilik menceritakan sekilas tentang kehidupan para Ibu ibu di sebuah Desa di Bantul, Yogyakarta. Para Ibu ibu ini berkumpul untuk menjenguk Ibu lurah mereka yang jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit di Kota Yogyakarta.

Dalam perjalanan mereka yang memakai truk, Ibu ibu tersebut bergunjing tentang wanita cantik bernama Dian yang juga warga di desa mereka. Dian diceritakan sebagai seorang kembang desa yang selalu menjadi pusat perhatian di kampungnya. Muncul isu, jika Dian kerap menggoda para suami Ibu ibu didesa, belakangan Dian digosipkan dekat dengan anak dari Bu Lurah yang sedang sakit.

Ibu ibu tersebut penasaran bahwa alasan Bu Lurah sakit karena anaknya dekat dengan Dian. Dian dikenal sebagai wanita yang tak jelas pekerjaannya bahkan pernah dipergoki keluar masuk hotel juga Mall dengan om om. Semua dugaan itu muncul dari perkataan wanita bernama Bu Tejo, yang melabeli dirinya kerap mencari informasi akurat melalui Internet.

Yu Ning, yang merupakan saudara jauh dari Dian yang juga ikut bergabung dalam gerombolan Ibu ibu itu selalu membela Dian dan menyebut Bu Tejo hanya menyebarkan fitnah karena tak ada bukti yang akurat dari internet. Perdebatan di antara para Ibu ibu menuju ke rumah sakit tempat Bu Lurah dirawat diiringi perdebatan hingga cek cok dalam perjalanan. Di akhir film, tak disangka, dugaan dugaan yang dilontarkan Bu Tejo ternyata benar.

Hanya saja, Dian ternyata justru sedang dekat dengan suami dari Bu Lurah. Ya, Dian si gadis desa ternyata mendekati Dian karena ingin mendapat restu untuk menjadi istri dari Pak Lurah. Film pendek berjudul TILIK ini kemudian menarik perhatian netizen khususnya di Twitter.

Setiap adegannya, sangat lekat dengan kehidupan sehari hari masyarakat di tanah air. Apalagi, bergunjing bergosop kerap dilakukan oleh banyak orang khususnya para Ibu ibu. Sosok seperti Bu Tejo,dipastikan ada di kehidupan nyata.

Itulah mengapa, nama Bu Tejo menjadi trending topik di Twitter karena banyak orang membicarakannya. Bu Tejo sendiri diperankan oleh wanita bernamaSiti Fauziah Saekhoni. Dalam akun Instagramnya, Siti Fauziah tahu bahwa tokoh Bu Tejo yang diperankannya sedang viral di Twitter.

Dilihat dari Instagramnya, followers Siti Fauziah berangsur terus bertambah karena netizen juga penasaran dengan sosoknya. Postingan terakhirnya di Instagram juga tiba tiba ramai komentar dari netizen. Dikutip WartaKotaLive dari ,Film pendek berjudul Tilik (2018) ini merupakan salah satu film hasil pendanaan dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

Salah satu torehan prestasi film ini adalah sebagai Film Cerita Pendek Terpilih pada Piala Maya 2018. Film Tilik bercerita tentang tradisi menjenguk warga desa yang sakit secara bersama sama. Kebiasaan ini salah satunya dapat kita temukan di masyarakat Yogyakarta, yang juga menjadi latar tempat film ini.

Dinamika film ini terjadi sepanjang perjalanan dengan truk menuju rumah sakit. Wahyu Agung dan penulis skenarionya, Bagus Sumartono, dapat dengan jeli melihat aneka ragam karakter manusia, sehingga hadirlah Bu Tejo, si “playmaker” pergosipan. Tipe tipe seperti bu Tejo ini biasanya ada saja di setiap desa, bukan hanya perempuan, pria pun banyak.

Tipe manusia yang (seolah) tahu segala hal, namun apabila disanggah, ada saja caranya berkelit. Termasuk ada saja pengikut setianya yang siap sedia mendukung segala argumen argumennya. Pada film ini, kemampuan mengarahkan Wahyu dan akting Bu Tejo (Siti Fauziyah) terbilang ciamik.

Sulit untuk tidak sebal dengan karakter Bu Tejo, dan mungkin dialah manifestasi dari “Lambe turah.” Sepanjang perjalanan, film ini diisi oleh pergunjingan soal Dian, gadis ayu dan single dengan segala kabar miringnya. Gosip gosip seputar “cewek nakal” pun jadi perbincangan hangat. Ada yang membela Dian, ada pula yang mengamini gosip gosip Bu Tejo.

Cukup terasa dalam film ini Wahyu Agung ingin memberi ruang bagi penontonnya memikirkan ulang bagaimana informasi diproduksi dan disebar. Sehingga muncul dialog dialog seperti: “Makanya Yu Ning, rajin baca berita dari internet” ujar Bu Tejo “Namanya internet itu buatan orang pintar, gak bakal salahlah.” ucap Bu Tri mendukung Bu Tejo.

Dialog dialog itu cukup menggambarkan bagaimana ibu ibu desa ini menempatkan internet. Selain itu, ada satu lagi yang ingin disampaikan film ini, yaitu soal verifikasi. Elemen penting dalam memproduksi dan mengonsumsi informasi ini sering kali luput, ketiban hasrat ingin segera menghakimi atau bahkan perasaan iba.

Verifikasi inilah yang luput dilakukan Yu Ning, tokoh yang mengomandoi ibu ibu ini. Di penghujung kisah, film ini sukses memutarbalikan “nasib” tokoh tokohnya. Kenyataannya tidak semua gosip salah, dan tidak semua penggosip “kalah”. Begitupun mereka yang dianggap melek media, juga bisa luput.

Namun, semoga tak ada yang luput mengamini segala ocehan Bu Tejo dan memperparah stigma cewek mandiri. Semoga.

Related Posts